Di tulisan yang merupakan penutup rangkaian tulisan tentang slash ini saya akan meneruskan kajian slash dari sisi jender, kritik tentang slash dan (tidak adanya?) slash di Indonesia. Fans dan kaum akademisi sepakat bahwa slash merepresentasi cara berpikir dan menulis ulang maskulinitas tradisional. Daya tarik slash di antaranya terletak pada …

View original here:
Slash, Sebuah Pengantar Bagian Ketiga

Leave a Reply